Keselamatan
atau Kehancuran Bumi
Siko Rizki Aji
Penulis : Gerry
Kun-Geia Nugraha
Penerbit : IG Press
Tempat Terbit : Yogyakarta
Cetakan : 1, Juni
2012
Tebal : xiv +
363 halaman
Ukuran : 13,5 x 19,5 cm
Gerry
Kun-Geia Nugraha atau Kun Geia yang memiliki motto “Satu Pena, Beribu Karya, Berjuta Makna” adalah seorang
Master Kimia lulusan UGM. The Lost Java adalah novel pertamanya namun
sebelumnya ia telah menulis beberapa cerpen. Penulisan novel ini dimulai karena
sebuah lomba novel tingkat nasional di Yogyakarta pada tahun 2010.
Kun Geia mewujudkan novel the lost
java ini dalam 3 minggu dengan semangat “MENGHAJIKAN ORANG TUA”. Dengan
semangatnya itu, pernah ia menulis 24 jam tanpa istirahat kecuali untuk makan,
sholat, dan kebutuhan primer lainnya. Inspirasi novel ini diperoleh saat Kun
Geia mengikuti perkuliahan kimia lingkungan di Pascasarjana Kimia UGM, Profesor
Eko Sugiharto membahas tentang global warming.
Novel ini diceritakan mulai dari
saat Gia Ihza sang tokoh utama baru dilahirkan dengan cacat jantung. Setelah 29
tahun berlalu sekarang sang bayi sudah menjadi seorang ahli kimia dan sedang
mengikuti panel ilmuan tentang global warming. Di ceritakan bahwa Gia Ihza
adalah seorang general manager di
sebuah lab rahasia. Gia ditugaskan oleh orang yang membesarkanya Profesor Deni,
untuk mengikuti ekspedisi penyelamatan bumi di Antartika dengan tim bernama Warriors
of Antartic (WAR).
Dalam ekspedisi tersebut, tim war
dihadang oleh orang yang menamakan diri mereka Dark Star Knight yang
mengincar formula penyelamat bumi untuk menaklukan dunia dibawah kekuasaan
Zionis. Satu dari lima formula berhasil diambil mereka dan tim WAR berhasil
kembali ke indonesia dengan dua orang meninggal dan gia terluka parah. Berkat
Profesor Deni formula tersebut berhasil diganti dan menghancurkan organisasi Dark
Star Knight karena kehabisan dana karena formula yang salah.
Pertama, novel ini cukup menarik
untuk dibaca berkat genre thrillernya yang menegangkan dan memacu
adrenalin. Walaupun sampul dari buku ini kurang menarik dan kurang mewakili isi
buku sehingga calon pembaca kurang berminat mengambilnya dari rak perpustakaan
atau toko buku. Cerita The Lost Java ini juga membingungkan pada bagian
penanggalan karena kita tidak akan tahu pada tahun berapa kejadian di novel
hingga halaman 49.
Novel ini memiliki beberapa kekurangan yaitu, dimana Kun
Geia terlalu banyak menyisipkan footnote sehingga pembaca harus
bolak-balik membaca supaya mengerti apa yang dimaksud. Novel ini juga terlalu
menjelaskan semuanya secara mendetail, seperti.
1. Hasomer (tahun 1910)
Termasuk
organisasi pertama sebelum pembentukan rezim Zionis, merupakan kelompok
teroris, militer, dan spionase. Mereka menjalankan aksi untuk melindungi
koloni-koloni permukiman Yahudi di Palestina sekaligus melancarkan teror bagi
warga muslim di sana. Yutzhak Ben Tarvi, salah seorang pengurus Hashomer
menjadi Presiden Israel dan Ben Gurion, salah seorang loyalisnya menjadi
Perdana Menteri pertama Zionis Israel.254
Hal tersebut tidak terlalu
diperlukan karena tidak mengganggu jalan cerita.
Salah satu kekurangan novel ini adalah memasukan kisah tentang
percintaan bertema Islami antara Gia dan Husna yang terlihat terlalu
menceramahi sehingga tidak menyatu dengan genre thriller yang
menegangkan.
Tetapi dibalik kekurangan itu, Kun
Geia berhasil menyajikan sebuah bacaan tidak seperti novel lain yang berfokus
pada percintaan. Kun Geia juga dapat menghadirkan sebuah cerita yang memiliki
alur yang cepat dan sulit ditebak, seperti menebak siapa yang membocorkan
rahasia GarPu lab. Kita tidak akan tau hinga kita memasuki bagian klimaks
novel.
Karya Kun Geia ini termasuk bacaan
berat dilihat dari isi dan informasi didalam cerita. Novel ini sangat cocok
bagi mereka yang sudah lulus dari bangku SMA karena berisi tentang ilmu sains
dan memuat tentang konspirasi politik global. Informasi didalamnya sangat
sayang jika dilewatkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar